MAGELANG– Danrindam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Hindratno Devidanto, S.E., M.M., M.Han., memimpin Acara Briefing Penyelenggara dan Siswa Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri (Dikjurba If) Abit Dikmaba TNI AD Gelombang II TA 2026. Kegiatan pengarahan ini berlangsung di Lapangan Mako Secaba Rindam IV/Diponegoro, Magelang, pada Jumat (14/08/2026).
Pendidikan kejuruan ini diikuti oleh sebanyak 214 Bintara Remaja yang akan menempuh masa penggemblengan serta pembekalan materi keinfanterian selama 8 minggu, terhitung mulai tanggal 14 Agustus hingga 8 Oktober 2026 mendatang.
*Keselamatan dan Zero Accident Jadi Prioritas Utama*
Dalam amanatnya, Danrindam IV/Diponegoro menegaskan bahwa briefing ini sangat penting untuk menyamakan persepsi serta memastikan seluruh perangkat operasional pendidikan siap melaksanakan tugas secara optimal, tertib, dan aman. Beliau menekankan bahwa faktor keselamatan personel, materiil, serta mitigasi risiko harus menjadi perhatian paling utama seluruh tim penyelenggara selama pendidikan berlangsung.
"Keamanan adalah prioritas utama. Seluruh penyelenggara dan pelatih harus memastikan pengawasan melekat agar kegiatan latihan berjalan sesuai prosedur operasional standar (SOP) dan tercipta zero accident," tegas Danrindam.
*Mewujudkan Prajurit Berlandaskan Tri Pola Dasar*
Selain masalah keamanan, Brigjen TNI Hindratno Devidanto menyampaikan bahwa sasaran utama dari seluruh proses pendidikan ini adalah membentuk karakter prajurit Bintara Infanteri yang memenuhi kriteria Tri Pola Dasar Pendidikan TNI AD:
1. Tanggap: Memiliki kecerdasan, pengetahuan militer, serta keahlian taktis dan teknis keinfanterian yang profesional.
2. Tanggon: Memiliki ketahanan mental yang kuat, moralitas terpuji, disiplin murni, dan jiwa bela negara yang kokoh.
3. Trengginas: Memiliki kesegaran dan ketahanan fisik yang prima untuk mengemban tugas di berbagai kondisi medan penugasan.
*Pesan Integritas untuk 214 Siswa Bintara Remaja*
Kepada seluruh siswa, Danrindam berpesan agar memanfaatkan masa penggemblengan ini dengan sungguh-sungguh serta menyerap seluruh ilmu yang diberikan oleh para pelatih sebagai bekal penting di satuan basis nantinya.
"Ikuti pendidikan ini dengan niat yang ikhlas, semangat pantang menyerah, dan disiplin tinggi. Jangan ragu bertanya kepada pelatih jika ada materi yang belum dipahami," ujar Danrindam.
Beliau juga memberikan peringatan keras agar para siswa senantiasa menjaga kehormatan diri dan institusi dengan menjauhi segala bentuk pelanggaran—mulai dari penyalahgunaan narkoba, perjudian, tindakan asusila, hingga penyalahgunaan media sosial.
Penrindamivdip.2026